Kandidat Terbaik Tidak Selalu Diterima Bekerja?
Akhir-akhir ini banyak perusahaan yang tiba-tiba bergoncang, beberapa bukan karena produknya yang jelek, akan tetapi karena proses akuisisi ataupun karena kesalahan pengelolaan dari para pemangku kepentingan. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan mulai lagi dari awal mencari dan melamar pekerjaan
Saya pernah merasakan bahwa saat mengajukan lamaran pekerjaan, saya merasa sangat percaya diri karena sebagian besar kualifikasi saya bisa sesuai dengan deskripsi lowongan. Setelah melewati beberapa interview dan serangkaian test, saya merasa optimis bahwa saya akan diterima. Akan tetapi, ternyata saya ditolak. Mengapa? Situasi ini mungkin terjadi juga terhadap kalian yang sedang mencari pekerjaan. Apalagi, situasi sekarang ini kita juga bersaing dengan teknologi AI, perlu speed up teknologi baru karena di tempat sebelumnya sudah terlalu nyaman. Jika kita tidak bisa menyesuaikan, pasti rasa minder itu ada.
Situasi ini pasti membuat frustrasi, minder ataupun berkurangnya percaya diri. Namun, penting untuk diingat bahwa banyak aspek berbeda yang berpengaruh pada keputusan akhir perekrutan dan beberapa faktor ini tidak terkait sama sekali dengan penampilan kita sebagai kandidat. Bahkan, jika kita adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan tersebut, kita masih memiliki banyak alasan kenapa kita tidak jadi diterima.
Saya akan mencoba membahas faktor-faktor utama yang memengaruhi hasil dan cara menghadapinya. Pencarian kerja tidak pernah menjadi pengalaman yang mudah dan banyak orang (termasuk saya) merasa bahwa betapa sulitnya proses ini mulai dari membuat surat lamaran hingga menunggu berhari-hari mendapat respon.
Sering kali, kita melihat diri kita sendiri sebagai penyebab utama kegagalan saat melamar pekerjaan. Tetapi, faktanya lebih kompleks dan ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan perektrut, dan faktor ini mungkin ada di luar kendali kita.
Masalah Internal Perusahaan Perekrut
Banyak masalah dalam proses perekrutan yang tidak dapat kita prediksi. Beberapa perusahaan mungkin mempromosikan pekerjaan yang kemudian tidak jadi diisi. Di sisi lain, beberapa posisi sudah diprioritaskan untuk kandidat internal (orang dalam memang sangat berpengaruh), meskipun mereka tetap membuka lowongan untuk memberi kesan terbuka atau hanya untuk memperluas jaringan kandidat potensial. Selain itu, faktor ekonomi yang tidak stabil dapat memengaruhi kebijakan perekrutan, contohnya: misal tiba-tiba ada pengurangan jumlah pekerjaan di industri tertentu.
Penilaian yang Subjektif
Salah satu alasan mengapa kita tidak diterima, meskipun kualifikasi kita sudah sesuai, bisa jadi karena preferensi subjektif dari pengguna ( manajer dari department yang akan menggunakan kita ). Banyak manajer yang lebih memilih merekrut seseorang dari jaringan profesional atau pribadi mereka. Selain itu, banyak manajer yang mencari kandidat yang klop “atau ada chemistry” ketika bertemu saat interview. Ada juga yang memilih karena dianggap “cocok” dengan budaya perusahaan yang sudah ada. Ini berarti bahwa meskipun kita memiliki keterampilan yang hebat, manajer perekrutan mungkin mencari seseorang yang mereka rasa akan cocok dalam tim yang sudah ada.
Overqualified
Terkadang, kandidat yang terlalu berkualitas bisa jadi malah menghambat dalam proses perekrutan. Beberapa perusahaan mungkin khawatir bahwa kandidat yang terlalu berpengalaman atau “overqualified” tidak akan bertahan lama di posisi tersebut, atau bahkan bisa meninggalkan pekerjaan setelah mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Selain itu, kekurangan antusiasme terhadap pekerjaan yang ditawarkan juga bisa menjadi alasan Anda tidak diterima, meskipun kualifikasi Anda sangat mumpuni.
Kurang lebih itu yang ada dibenak saya waktu itu, mungkin jika ada hal lain bisa di share di kolom komentar. Nah yang lebih penting, sekarang bagaimana cara menghadapinya agar kita lebih dapat bersaing, berikut tipsnya:
Perluas Jaringan Anda
Jaringan yang luas dapat membuka lebih banyak peluang. Jangan ragu untuk terhubung dengan orang-orang di industri yang Anda minati, baik melalui media sosial profesional seperti LinkedIn atau melalui acara networking. Terkadang, peluang kerja datang dari rekomendasi orang yang sudah Anda kenal.
Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi
Keterampilan berkomunikasi yang baik sangat penting dalam dunia kerja. Ini tidak hanya berlaku dalam wawancara, tetapi juga saat Anda berinteraksi dengan rekan kerja atau atasan. Kemampuan untuk bekerja dalam tim dan memiliki hubungan yang baik dengan orang lain akan sangat membantu. Kemampuan bahasa inggris juga sangat penting untuk menunjang karir.
Kembangkan Keahlian Baru
Dunia kerja terus berkembang, terutama dengan kehadiran teknologi baru. Oleh karena itu, penting untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri Anda. Dengan keterampilan yang lebih variatif, Anda dapat menyesuaikan diri dengan lebih mudah. Tetapi juga, selalu asah keahlian dasar yang menjadi pondasi skill Anda. Contoh: seorang programmer bisa mengembangkan ke bahasa-bahasa baru misal react, angular, go, rust dan sebagainya, tetapi tetap jangan lupa selalu asah logika serta keahlian dalam menyelesaikan masalah.
Bersikap Terbuka Terhadap Peluang Baru
Jangan hanya terpaku pada satu jenis pekerjaan atau perusahaan. Terkadang peluang terbaik datang dari tempat yang tidak terduga. Bersikap terbuka dan siap mencoba hal-hal baru akan memperluas pilihan Anda. Tidak selamanya perusahaan yang tidak terkenal itu jelek, karena ingatlah bahwa rejeki itu sudah pas dan sudah sesuai dengan takarannya.
Tetap Positif dan Semangat
Tentu saja, proses pencarian pekerjaan bisa membuat frustasi. Namun, penting untuk tetap menjaga semangat dan positif. Ingat bahwa setiap kegagalan membawa pembelajaran yang bisa membuat Anda lebih kuat dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
Fokus pada Diri Sendiri
Jangan terlalu membandingkan diri Anda dengan orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Fokus pada pengembangan diri dan pencapaian Anda sendiri. Ini akan membantu Anda tetap percaya diri meskipun situasi sulit.
Tingkatkan Kemampuan Wawancara
Latihan wawancara bisa sangat membantu. Cobalah berlatih dengan teman atau mentor untuk meningkatkan kemampuan berbicara tentang diri Anda dan kualifikasi Anda dengan lebih percaya diri. Semakin baik Anda mempersiapkan diri untuk wawancara, semakin besar peluang Anda untuk diterima.
Jaga Reputasi Online Anda
Saat melamar pekerjaan, perusahaan sering memeriksa profil online calon karyawan. Pastikan akun media sosial Anda mencerminkan citra profesional yang baik, dan hindari mengunggah konten yang bisa merusak reputasi Anda.
Itulah tips-tips yang mungkin bisa kita coba agar kita bisa bersaing dengan orang lain yang juga sedang mencari pekerjaan. Akhir pesan dari saya, semua itu sudah diatur, janganlah menyerah dan teruslah berusaha



